Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kuat Dorong Pertumbuhan RI ke 8 Persen

Budi Santoso

Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kuat Dorong Pertumbuhan RI ke 8 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan ekonomi nasional dengan memproyeksikan pertumbuhan mencapai angka 8 persen dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Pernyataan strategis ini disampaikan dalam acara peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana sekaligus pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Menurut Purbaya, sinyal pergerakan ekonomi menuju target ambisius tersebut sudah mulai terlihat nyata berdasarkan indikator makroekonomi terkini yang terus menunjukkan tren positif.

Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia sebenarnya memiliki potensi dasar untuk tumbuh di level 6 persen hanya dengan mengandalkan aktivitas sektor swasta dan optimalisasi belanja pemerintah, bahkan tanpa perlu melakukan reformasi industri yang terlalu radikal. Modal awal yang kuat ini dipandang sebagai batu loncatan yang memungkinkan akselerasi lebih lanjut menuju angka 8 persen. Ia meyakini bahwa dalam waktu dekat, masyarakat dan pelaku pasar akan melihat angka pertumbuhan tersebut mulai "menyundul" ke atas. Untuk target jangka pendek, Kementerian Keuangan memproyeksikan ekonomi nasional mampu tumbuh di atas 5,5 persen pada paruh pertama tahun 2026.

Guna memastikan target tersebut tercapai, pemerintah saat ini tengah fokus menyiapkan fondasi perekonomian yang lebih kokoh. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Satgas ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan tujuan menyelaraskan kebijakan antar-kementerian agar lebih sinkron dalam mendorong produktivitas.

Baca Juga :  IEA: Perang Iran Percepat Peralihan Global ke Energi Terbarukan

Di sisi internal, Purbaya juga melakukan reformasi organisasi secara menyeluruh di lingkungan Kementerian Keuangan, terutama pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Reformasi ini bertujuan untuk memastikan otoritas fiskal mampu berkontribusi maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sistem pemungutan yang lebih efisien dan transparan. Langkah ini terbukti efektif, di mana penerimaan pajak nasional berhasil tumbuh sebesar 20,7 persen pada Maret 2026, mencerminkan kepatuhan dan aktivitas ekonomi yang semakin membaik.

Ketangguhan ekonomi domestik dalam menghadapi gejolak global juga menjadi alasan utama optimisme pemerintah. Meski ketidakpastian menghantui pasar internasional, Indonesia berhasil mempertahankan kinerja yang stabil. Purbaya menegaskan bahwa jika sebelumnya Indonesia terbiasa dengan pertumbuhan di level 5 persen, maka dengan fondasi dan reformasi yang sedang berjalan, percepatan pertumbuhan menuju level yang lebih tinggi bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang diupayakan secara nyata. Melalui sinergi antara kebijakan fiskal yang kredibel dan penguatan sektor riil, Indonesia bersiap memasuki era baru pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif.

Also Read

Tinggalkan komentar