
Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang dengan tegas. Dalam pidatonya di acara ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Prabowo menegaskan bahwa negara tidak akan ragu mengambil tindakan keras terhadap siapa pun yang mencoba mengkhianati kepercayaan rakyat. Pesan ini disampaikan di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program.
Prabowo mengakui bahwa keputusan untuk melakukan perombakan pimpinan dalam pelaksanaan program, termasuk pergantian sejumlah pihak yang sebelumnya memegang amanah, bukanlah perkara mudah. Namun, demi menjaga integritas dan efektivitas program, tindakan tegas harus diambil. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri, dan tidak ada, tidak ada pengecualian," tegas Prabowo, menekankan keseriusannya dalam memberantas korupsi.
Langkah konkret telah diambil dengan dilakukannya perombakan di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana dan dua wakilnya digantikan oleh pejabat baru, salah satunya adalah Nanik S. Deyang yang kini menjabat sebagai Kepala BGN. Perombakan ini terjadi sehari sebelum Dadan Hindayana, bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam program MBG. Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah serius dalam menindak oknum yang menyalahgunakan kewenangan dan merugikan keuangan negara.
Presiden Prabowo juga berjanji untuk memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap program pemerintah, termasuk program MBG, berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan tidak ada celah bagi penyimpangan. Komitmen ini menjadi landasan penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa dalam mengambil keputusan yang sulit, ia selalu teringat akan pesan mendalam dari almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Sang ayah selalu berpesan untuk selalu berpihak kepada rakyat, terutama di saat-saat keraguan melanda. "Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," ujar Prabowo, mengutip pesan ayahnya. Pesan ini menjadi panduan moral dan etika dalam menjalankan roda pemerintahan, memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil senantiasa berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, Presiden Prabowo menegaskan kembali bahwa integritas dan keberhasilan program MBG menjadi prioritas utama, dan tidak akan ada ruang bagi siapa pun untuk menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan.











