
PT PLN Batam menjalin kemitraan strategis dengan PT Equator Gate System Batam melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL). Perjanjian ini krusial untuk mendukung operasional data center berskala besar yang akan dibangun di Nongsa, Batam. Langkah ini mempertegas posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan koridor infrastruktur digital global, bersanding dengan Singapura dan Johor.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, menyambut antusiasme investasi megaproyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ia menekankan bahwa inisiatif ini bukan hanya tentang pembangunan fisik data center, melainkan juga bagian integral dari upaya kolektif untuk membangun ekosistem digital yang kuat dan memiliki daya saing tinggi. Kesiapan infrastruktur energi, khususnya pasokan listrik yang stabil, andal, dan berkelanjutan, merupakan faktor fundamental dalam menarik minat investasi di sektor industri digital dan teknologi informasi Batam.
Li Claudia juga menyoroti potensi multiplier effect yang diharapkan dari proyek strategis ini. Manfaatnya meliputi penciptaan peluang kerja baru, peningkatan kualitas talenta lokal di bidang teknologi, serta penguatan daya saing Batam secara keseluruhan. "Kesiapan energi merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tarik investasi di Batam, khususnya untuk sektor berbasis teknologi dan digital," ujarnya, menegaskan kesiapan Batam menjadi pusat pengembangan data center dan ekonomi digital di kawasan.
Kerja sama antara PLN Batam dan Equator Gate System Batam memiliki nilai strategis yang signifikan dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital dan industri berbasis teknologi tinggi. Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan bahwa pengembangan data center di Batam merupakan elemen vital dalam mendorong transformasi daerah ini, mengingat proyeksi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan kawasan investasi strategis di Indonesia.
"Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam," ujar Kwin Fo. Ia menegaskan komitmen PLN Batam untuk memastikan kebutuhan energi bagi pengembangan data center terpenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan. Keberhasilan investasi digital di Batam juga tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk peran BP Batam dalam menciptakan kemudahan investasi bagi industri berbasis teknologi dan ekonomi digital. Kwin Fo juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada BP Batam atas dukungan dan sinergi yang terjalin.
Sementara itu, Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, mengonfirmasi rencana pembangunan EGS AI Data Center di Nongsa, Batam, dengan nilai investasi fantastis mencapai US$ 5 miliar atau setara Rp 88 triliun. Pusat data yang berfokus pada kecerdasan buatan ini akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dan dirancang sebagai pusat pemrosesan AI, machine learning, dan cloud computing modern di kawasan Asia Tenggara. Efendi menekankan bahwa kolaborasi energi dengan PLN Batam merupakan faktor krusial untuk menjamin keandalan operasional data center tersebut. "Penandatanganan PJBTL ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur data center yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia," pungkasnya.











